Keluarga Kecilnya EQ

Assalamualaikum……. :)

Ramadhan, Perlukah Mengubah Apa Yang Dimakan?

Dulu, bagi saya memang rasanya bulan Ramadhan itu “spesial” dalam hal makanan,tetapi tidak untuk saat ini. Namun, melihat cepat ludesnya barang di tukang sayur beberapa terakhir ini, nampaknya kebanyakan orang juga masih menganut anggapan itu termasuk keluarga saya sendiri yang di rumah. Soooooo, sebenernya tulisan ini merupakan curcol saya atau pembelaan diri saya yang merasa dituntut (sebetulnya ga dituntut banget, tapi disindir2 aja :p ) untuk membuat makanan termasuk ta’jil (makanan pembuka puasa) yang berbahan dasar daging, santan dan makanan manis lainnya.

Sebenernya rada “saru” juga sih curcol saya ini, karena saya males masak ataukah mempertimbangkan kesehatan?? Dua duanya siihh…hahahaha.

Mau cerita dulu deh, moga gak kepanjangan..mulai akhir tahun 2013 lalu, saya merasakan banyak penyakit di badan saya ini. Sebelumnya mungkin saya merasa “sombong” bahwa badan ini sehat-sehat saja,minum kopi / teh, makan tanpa diatur dan minim olahraga (kalo melakukan kerjaan rumah,pergi ke tukang sayur dll, itu bukan termasuk olahraga, berarti NOL olahraga, bukan minimūüėÄ ). Saya merasakan keluhan rasa kaki dan tangan kiri itu seperti kesemutan dan dikasih obat bius tetapi gak mati rasa, masih bisa menggenggam dengan kekuatan yang sama dengan tangan kanan, yang setelah di cek ternyata HB saya rendah yaitu 9 (normal 12) alias anemia. ngek ngookkk…ūüė¶ ¬†disusul tensi saya yng emang dah biasanya rendah, drop pula–gampang kleyengan….daaan beberapa minggu kemudiannya tepat di tahun baru 2014, saya terkena cacar air. Cacar air ini mengakibatkan gusi saya bengkak, ada benjolan kelenjar di bawah kepala belakang dan telinga kiri saya sering sakit. Waduh saya yang gampang panik ini khawatir akan sesuatu hal yang buruk dan pikiran sudah macam-macam. Sempat ke THT, menurut si dokter, serangan virus seperti cacar, herpes dll bisa mengakibatkan hal seperti itu, karena kena di syaraf..hilangnya bisa seminggu bahkan berbulan-bulan bahkan tahunan (biasanya dari herpes) tergantung daya tahan tubuh.

Eh ya, ditambah lagi nih bulan April lalu saya coba cek kolesterol (karena pusing ga ilang-ilang)…yak..205 aja gitu (normal maksimal 200) ¬†Jompo banget deh rasa badan. hiks… belum lagi rasa sakit pinggang, pundak ..SIGHhhh…¬†

Yap, time goes by…semenjak saya terkena anemia itu, saya menghapuskan TEH dari minuman rutin (KOPI sudah 1,5 taun sudah saya hentikan), memperbanyak buah, ¬†jus sayur mentah (beli sayur organik di Melly Manuhutu organik-depok) dan mencoba mengoptimalkan pola makan food combining, mengkonsumsi air Kangen serta melakukan beberapa gerakan Iyengar yoga untuk tensi rendah dan juga terus memantau tweet @erikarlebang untuk memotivasi saya. Alhamdulillah, atas izin Allah swt, perlahan2 HB saya naik, gak gampang kleyengan ¬†Kolesterol sih belom ngecek lagi nih…cuman mungkin akibat (baik)nya karena ada sedikit perbaikan pola makan itu, saya merasakan alarm tubuh saya lebih cepat “nyala” kalo makan yang gak karuan,misal suka mual dan pusing kalo abis makan yang terlalu asin dan banyak penyedap, juga terasa nyeri sendi di lutut seperti ditusuk-jarum…diduga asam urat, tetapi meski tergolong normal, 4, saya sudah merasakan sinyal-sinyalnya.

Itulah sedikit cerita pengantar mengapa saya saat ini lebih memperhatikan apa yang saya makan dan mulai menghindari selagi bisa,untuk memakan makanan santan,jeroan dkk. Jujur aja sih meski akhir-akhir ini pola makan saya agak kendor dan jauuh dari sempurna, jarang nge jus sayur (lagi bokek buat beli organik..hehe) dan rada males yoga di rumah, teteup aja saya gak setuju kalau selama puasa ini makanan santan dan manis-manis dihalalkan untuk lebih sering dikonsumsi (males juga membuatnya :p)

Saya berpendapat selama bulan Ramadhan ini, kita hanya menggeser waktu makan dan tetap makan seperti biasa. Saya bermimpi,lebih indah jika dalam satu keluarga sepakat menerapkan pola makan food combining selama puasa:

  • Sahur kalau bisa dengan buah-buahan segar saja yang bervariasi dan jumlah cukup (gak sepotong doang)
  • Berbuka juga dengan buah-buahan segar baru dilanjut dengan nasi atau protein ditambah sayuran segar.

Ada yang sudah mencoba seperti itu??? Cobain deh, paginya gak gampang lemas dan ngantuk, serta tidak usah repot-repot berjibaku di dapur .kita tinggal cuci,potong dan makan. Saya sudah coba…tetapi lebih banyak cheating nya sihhh heheheh, karena suka tergoda dengan sekeliling sayaūüė¶ (banyak alasan niy).

Itulah sekelumit cerita curcol atau saran kesehatan atau apa saja lah…semoga bermanfaat bagi diri saya sendiri yang masih belum sempurna-jauh dari sempurna dalam menerapkan pola makan/hidup yang baik,namun tetap berusaha. Serta mudah-mudahan bermanfaat juga untuk orang lain :)¬†

Wassalamualaikum…..

Depok ,3 Ramadhan 1435H

 

 

 

 

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: