Keluarga Kecilnya EQ

Assalamualaikum……. :)

Tentang Kakek

Saat ini kami masih tinggal bersama Kakeknya anak-anak (Bapak saya) yang sudah berusia 74 tahun. Alhamdulillah sampai saya menulis ini, beliau masih tergolong memiliki stamina yang baik, masih bisa mengendarai kendaraan sendiri, masih sering jalan pagi. Alhamdulillah..semoga beliau selalu diberkahi usianya dan diberikan kesehatan. Aamiin.

Lucunya kakek ini,meski daya ingatnya Alhamdulillah masih tergolong baik, terkadang beliau suka salah mengingat nama-nama.

Ada teman saya bernama Mursidah, sering beliau menyebutnya Hamidah. SD Al Barkah menjadi Al Hikmah dan ada beberapa lagi yang sering tertukar atau terbalik namanya.

Beberapa hari lalu beliau melihat sosok anak-anak, lalu kemudian nyeletuk ke Dika, “Dika, itu anaknya mirip Tarmizi ya”. Mendengar itu Dika pun bingung, karena merasa tidak ada temannya yang bernama Tarmizi. Saya yang ikut nguping pun merasa tidak ada temannya anak-anak dengan nama itu.

“Itu loh, adeknya si Kenzi”, lanjut kakek lagi.

Sambil tertawa geli, Dika dan saya pun serempak berkata “OOOOH, Itu sih namanya Kazumi!!!” . Hehehehe…. Kakek…Kakek…

Kangen Hujan

Sudah lama sekali musim kemarau ini berlangsung, sepertinya sudah lebih dari 3 atau 4 bulan. Jujur saja, saya khawatir sekali air tanah semakin menipis, sampai-sampai hampir lupa rasanya mencuci dengan mesin cuci otomatis (karena mesin cuci menggunakan air yg lebih banyak) ,jadinya mencuci dengan tangan-kalo ga kotor2 amat pake sabun cucinya sedikit aja-trus langsung bilas pake pelembut yang 1 kali bilas. Hehe.

Semoga Yang Maha Kuasa segera menurunkan hujan di daerah yang kekeringan. Aamiin.

Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39).

Cimanggis, 7 Sept 2015, suhu siang ini di dalam rumah 32 DerCel (Di luar pasti lebih panas lagi).

(Lagi) Survey Sekolah Dasar

Sekitar dua tahun lalu, saya sempat survey sekolah untuk TK di wilayah Cimanggis dan sekitarnya, diantaranya sekolah Semut-semut The Natural School, dan Sekolah Karakter (IHF).

Saat ini saya kembali survey ke sekolah tersebut untuk Sekolah Dasarnya,kebetulan sekolah sekolah tersebut sudah membuka pendaftaran.

Selain lokasi sekolahnya, pastinya yang terpenting dalam memilih sekolah adalah soal biaya. Berikut adalah rincian biaya untuk tahun ajarang mendatang (2015-2016):

1. Semut-Semut – The Natural School (021-87715920).
FORMULIR : Rp 300.000
Uang Pangkal : Rp 16.500.000
Uang SPP/bulan (flat selama 3 tahun) : Rp 900.000
Seragam : masih belum pasti, tahun sebelumnya Rp 575.000
Uang kegiatan per kenaikan kelas : Rp 3.000.000

2. Sekolah Karakter (IHF)
Formulir dan Tes Kematangan Siswa: Rp 500.000
Biaya Gedung : Rp 19.500.000
Uang SPP/ bulan : Rp 900.000
seragam dan literatur : Rp 600.000
Uang kegiatan per tahun : 2.700.000

Disekolah karakter, memakai sistem waitinglist, untuk tahun ajaran mendatang sepertinya sudah kecil kemungkinannya bila baru waiting list sekarang, namun tidak ada salahnya dicoba. lebih baik lagi jika si anak baru mau masuk SD tahun 2016,2017,2018..naah bisa mulai waiting list dari sekarang.

Selain kedua sekolah di atas, saya juga melirik sekolah Ibnu Hajar di daerah Munjul, Jakarta Timur. Sekolah ini bisa dilihat di websitenya http://www.ihbs.or.id .
Formulir : Rp350.000
Uang Pangkal: Rp 10.500.000
SPP / bulan :Rp 380.000
Uang kegiatan /tahun : Rp 2.800.000
Disini kelas perempuan dipisah dengan murid laki-laki.

Sekian dulu updatenya, semoga bermanfaat bagi yang sedang mencari sekolah untuk sang buah hati.

Wassalamualaikum wrwb.

Cerita Geraham Bungsu

Cerita agak telat sebenarnya… Menindaklanjuti “kasus” gigi geraham bungsu saya, akhirnya Alhamdulillah sekitar sebulan yang lalu telah dicabut biasa, bukan bedah kecil.
Jadi gara-gara menemani suami untuk membersihkan karang gigi di Menteng Dental Clinic, Jl. Juanda- depok, iseng-iseng saya bertanya soal operasi geraham bungsu ke dokternya. Akhirnya si dokter melihat geraham saya dan dengan hampir yakin berkata bahwa ini bisa dicabut saja,karena posisi mahkota gigi saya yang tegak lurus, namun sang dokter masih meminta hasil rontgen giginya juga.

Seminggu kemudian, saya pun datang kembali dengan dagdigdug serrrr.. Setelah melihat hasil rontgennya, akhirnya “pembantaian” itu pun dimulai..(biar keliatan serem :p ). Berusaha sekuat tenaga menenangkan diri dan ikhlas, bu dokter pun membius gusi saya. Setelah menunggu sekitar 3 menit an dan gusi saya sudah merasa kebal, langsung deh gak sampai 2 menit, geraham saya sudah diambil.. cepat deh pokoknya. Alhamdulillah…proses setelahnya pun tidak menyakitkan,masih bisa jalan-jalan ke Margo City.. hehe, hanya saja selama sejam harus gigit kassa steril untuk menyerap darahnya bahkan setelah sejam pun masih suka merembes tuh darahnya.

Si Dokter tidak memberikan obat antibiotik, karena menurutnya proses pencabutannya tidak lama dan juga selagi saya menjaga kebersihan maka kmungkinan terinfeksi bakteri bisa diminimalisir. Dokternya hanya memberi obat pereda nyeri jika perlu, tapi alhamdulillah obat itu pun tidak saya minum, karena tidak merasakan nyeri, hanya pegal biasa saja di gusi.

Alhamdulillah..dan alhamdulillah lagi, ketakutan saya ternyata tidak beralasan.

Dika

Namanya Dika, umur 3 taun 4 bulan.

Lagi senang memakai celana jeans dan ikat pinggang dan baju berkerah. Kalo lagi dicuci celana jeans yang baru punya 1 itu, dia bakal bete dan ogah untuk mandi. Celana itulah mood booster dia. 

Untuk tatanan rambut, dia lagi g mau kalo rambutnya ditarik ke belakang, langsung lari ke cermin dan merapikannya.

Terkadang bundanya mikir, punya anak balita tapi udah kayak ABG. Hehe.

POLYTRON T7800_20140808_102803

 

Pengalaman Ke Periodonti

Apa itu Periodonti? Detilnya silakan googling aza ya. Saya direkomendasikan oleh dokter gigi umum, untuk ke dokter gigi spesialis periodonti agar masalah gusi berdarah saya bisa ditangani dengan maksimal.

Gusi saya sering berdarah terutama saat sikat gigi. Bahkan terkadang tidak sikat gigipun suka berdarah. Saya kan jadi khawatir kalau ngobrol sama orang lain trus berdarah…ntar dikira drakuli lagi…hiiiii… :p

Akhirnya atas restu dari pak bos a.k.a  suami , 2 bulan lalu saya membuat janji ke spesialis periodonti di RS Bunda Margonda, drg.Sara Ekaputri . Alhamdulillah dapet dokter cewe yang baik dan bergigi rapi terawat (loh kan kalo gigi dokternya aja acakadut, pasiennya bisa bimbang :D).

Saya datang dengan dua keluhan, sering berdarah dan gusi di geraham bungsu bawah kanan sering bengkak (klo yg geraham bungsu ini, direkomen oleh dokter sebelumnya untuk dicabut aja…tapi saya masih kekeuh untuk cari pendapat lain…rada merinding,padahal sih dulu banget pernah juga cabut gigi geraham bungsu yang pas di atasnya).

Untuk keluhan yang ke-dua, dokter memberikan pengantar untuk di rontgen giginya biar keliatan posisi geraham bungsunya seperti apa.

Untuk keluhan pertama, si dokter membersihkan karang gigi (scalling) dulu karena katanya karangnya sangat banyak (padahal baru di scalling tiga bulan sebelumnya). “Wah sepertinya ibu sikat giginya sering terburu-buru nih yaa”, kata si dokter sambil kerja. Saya yang sedang mangap, terkekeh saja sambil mengiyakan dalam hati..ah si dokter tau aja.

Bedanya bersihkan karang gigi di drg. umum sama disini, kalau di sini selesai di bersihkan kita disemprot cairan antiseptik mirip betadine gitu, jadi berasa lebih higienis aja, trus rasanya kok kalo di sini gak se sakit di dokter sebelumnya ya…lebih enak aja (mungkin lain tangan,lain cerita).

Setelah dibersihkan itu, si dokter ngecek gusi saya satu per satu. Katanya karena banyak penumpukan plak menyebabkan gusi itu tidak menempel sempurna di gigi, itu yang menyebabkan gusinya sering berdarah. Saya dikasih obat kumur aja, dan disuruh kontrol seminggu kemudian.

Minggu berikutnya saya kembali, dan setelah di cek ternyata ada 2 gigi yang gusinya masih bandel. “Saya kuret gusinya ya bu”, dengan santai si dokter bicara. Haaaah,gusinya disingkap sedikit saja nyeri, ini kok dikuret??!! …dalem hati aja sih komplennya. “Tenang aja, di bius kok bu” kata si dokter lagi. Yaa sudahlahh ya. Alhamdulillah semua lancar, dan berakhir dengan ada 2 benang hitam dan bibir berasa jeding, padahal gak…efek obat bius akan hilang kurang lebih sejam.

Dua minggu kemudian saya datang lagi untuk buka jahitannya. Akhirnya bisa tersenyum tanpa ada benang hitam nongol.

Hasilnya, Alhamdulillah semenjak perawatan itu, sampai sekarang tidak pernah berdarah lagi saat sikat gigi dan bau mulut jauh berkurang. Thanks a lot ya bu dokter… InsyaAllah ketemu lagi bulan November untuk diliat perkembangannya.

Oya, untuk kasus geraham bungsunya…hasil rontgen memperlihatkan bahwa ternyata ada bolong di gerahamnya dan karena lawannya yang di atas udah ga ada jadi memang disarankan ke spesialis bedah mulut untuk dicabut saja.

Gara-gara di rontgen juga, terlihat ada satu gigi depan saya yg di atas itu sudah mati, ga keliatan lagi saluran syarafnya…pantesan warnanya menguning..untuk yang ini disarankan ke spesialis konservasi gigi.

Banyak PR nya nih…hiks..

Kesimpulannya: rajinlah menyikat gigi, jangan takut ke dokter gigi (saya mah masih tetep aja deg degan kalo ke drg.)…dan terakhir…siapkanlah dana  lebih ….karena…ke dokter gigi itu…..lumayan…menguras ….kantong….saudara saudara. :D.

Biasanya kamu tak pernah berbohong
Biasanya kamu selalu terus terang
Tapi …..
Mengapa kali ini kau berbeda?
Di luar kau bilang lima
Ternyata hanya tiga
Walau begitu….
Kutetap suka kamu
Oh …… buah Manggis
🙂 🙂 🙂

View on Path

Ramadhan, Perlukah Mengubah Apa Yang Dimakan?

Dulu, bagi saya memang rasanya bulan Ramadhan itu “spesial” dalam hal makanan,tetapi tidak untuk saat ini. Namun, melihat cepat ludesnya barang di tukang sayur beberapa terakhir ini, nampaknya kebanyakan orang juga masih menganut anggapan itu termasuk keluarga saya sendiri yang di rumah. Soooooo, sebenernya tulisan ini merupakan curcol saya atau pembelaan diri saya yang merasa dituntut (sebetulnya ga dituntut banget, tapi disindir2 aja :p ) untuk membuat makanan termasuk ta’jil (makanan pembuka puasa) yang berbahan dasar daging, santan dan makanan manis lainnya.

Sebenernya rada “saru” juga sih curcol saya ini, karena saya males masak ataukah mempertimbangkan kesehatan?? Dua duanya siihh…hahahaha.

Mau cerita dulu deh, moga gak kepanjangan..mulai akhir tahun 2013 lalu, saya merasakan banyak penyakit di badan saya ini. Sebelumnya mungkin saya merasa “sombong” bahwa badan ini sehat-sehat saja,minum kopi / teh, makan tanpa diatur dan minim olahraga (kalo melakukan kerjaan rumah,pergi ke tukang sayur dll, itu bukan termasuk olahraga, berarti NOL olahraga, bukan minim 😀 ). Saya merasakan keluhan rasa kaki dan tangan kiri itu seperti kesemutan dan dikasih obat bius tetapi gak mati rasa, masih bisa menggenggam dengan kekuatan yang sama dengan tangan kanan, yang setelah di cek ternyata HB saya rendah yaitu 9 (normal 12) alias anemia. ngek ngookkk… 😦  disusul tensi saya yng emang dah biasanya rendah, drop pula–gampang kleyengan….daaan beberapa minggu kemudiannya tepat di tahun baru 2014, saya terkena cacar air. Cacar air ini mengakibatkan gusi saya bengkak, ada benjolan kelenjar di bawah kepala belakang dan telinga kiri saya sering sakit. Waduh saya yang gampang panik ini khawatir akan sesuatu hal yang buruk dan pikiran sudah macam-macam. Sempat ke THT, menurut si dokter, serangan virus seperti cacar, herpes dll bisa mengakibatkan hal seperti itu, karena kena di syaraf..hilangnya bisa seminggu bahkan berbulan-bulan bahkan tahunan (biasanya dari herpes) tergantung daya tahan tubuh.

Eh ya, ditambah lagi nih bulan April lalu saya coba cek kolesterol (karena pusing ga ilang-ilang)…yak..205 aja gitu (normal maksimal 200)  Jompo banget deh rasa badan. hiks… belum lagi rasa sakit pinggang, pundak ..SIGHhhh… 

Yap, time goes by…semenjak saya terkena anemia itu, saya menghapuskan TEH dari minuman rutin (KOPI sudah 1,5 taun sudah saya hentikan), memperbanyak buah,  jus sayur mentah (beli sayur organik di Melly Manuhutu organik-depok) dan mencoba mengoptimalkan pola makan food combining, mengkonsumsi air Kangen serta melakukan beberapa gerakan Iyengar yoga untuk tensi rendah dan juga terus memantau tweet @erikarlebang untuk memotivasi saya. Alhamdulillah, atas izin Allah swt, perlahan2 HB saya naik, gak gampang kleyengan  Kolesterol sih belom ngecek lagi nih…cuman mungkin akibat (baik)nya karena ada sedikit perbaikan pola makan itu, saya merasakan alarm tubuh saya lebih cepat “nyala” kalo makan yang gak karuan,misal suka mual dan pusing kalo abis makan yang terlalu asin dan banyak penyedap, juga terasa nyeri sendi di lutut seperti ditusuk-jarum…diduga asam urat, tetapi meski tergolong normal, 4, saya sudah merasakan sinyal-sinyalnya.

Itulah sedikit cerita pengantar mengapa saya saat ini lebih memperhatikan apa yang saya makan dan mulai menghindari selagi bisa,untuk memakan makanan santan,jeroan dkk. Jujur aja sih meski akhir-akhir ini pola makan saya agak kendor dan jauuh dari sempurna, jarang nge jus sayur (lagi bokek buat beli organik..hehe) dan rada males yoga di rumah, teteup aja saya gak setuju kalau selama puasa ini makanan santan dan manis-manis dihalalkan untuk lebih sering dikonsumsi (males juga membuatnya :p)

Saya berpendapat selama bulan Ramadhan ini, kita hanya menggeser waktu makan dan tetap makan seperti biasa. Saya bermimpi,lebih indah jika dalam satu keluarga sepakat menerapkan pola makan food combining selama puasa:

  • Sahur kalau bisa dengan buah-buahan segar saja yang bervariasi dan jumlah cukup (gak sepotong doang)
  • Berbuka juga dengan buah-buahan segar baru dilanjut dengan nasi atau protein ditambah sayuran segar.

Ada yang sudah mencoba seperti itu??? Cobain deh, paginya gak gampang lemas dan ngantuk, serta tidak usah repot-repot berjibaku di dapur .kita tinggal cuci,potong dan makan. Saya sudah coba…tetapi lebih banyak cheating nya sihhh heheheh, karena suka tergoda dengan sekeliling saya 😦 (banyak alasan niy).

Itulah sekelumit cerita curcol atau saran kesehatan atau apa saja lah…semoga bermanfaat bagi diri saya sendiri yang masih belum sempurna-jauh dari sempurna dalam menerapkan pola makan/hidup yang baik,namun tetap berusaha. Serta mudah-mudahan bermanfaat juga untuk orang lain 🙂 

Wassalamualaikum…..

Depok ,3 Ramadhan 1435H

 

 

 

 

BISA Bersin Lagi!!!

Setelah hampir dua minggu mengalami gagal bersin secara terus menerus, akhirnya hari ini saya bisa bersin tanpa harus dipicu dengan merica. ALHAMDULILLAH…*sujud syukur*.

Sebetulnya selama gagal bersin itu saya tidak merasakan gangguan kesehatan, kecuali saat hidung gatal dan ternyata ga jadi bersin yang bikin bete. 

Dua hari lalu saya iseng mampir ke dokter umum langganan yang tidak terlalu jauh dari sekolahan anak (sekalian menjemput gitu loh), curhat aja kalo saya gagal bersin terus dan nanya apakah pernah mendapatkan kasus serupa. Eeh ternyata belum pernah, haha.

Kata si dokternya coba tunggu sampe seminggu atau dua minggu lagi, kalau memang mengganggu boleh coba cek ke THT saja dulu. Tapi menurut dia kalo memang ga ada gangguan di penciuman, dan kalo dikasih merica masih bersin berarti mungkin syaraf penangkap rangsangan di hidungnya lagi pengen “beristirahat” dulu atau perlu rangsangan yang lebih kuat dari yang biasa (seperti merica) agar bisa bersin. btw, Thanks ya Dok atas konsul gratisnya.. 🙂 

Begitulah sekelumit kisah hidup saya (apa coba ini?!), hal yang biasanya tidak kita sadari dan dianggap simpel, ternyata bisa mengganggu juga saat tidak bisa melakukannya. Nggak percaya?? rasain sendiri deeeh.. hehehe.

 

Gagal BERSIN

Kadang kita bersin tanpa disadari, tapi gimana kalau kita tidak bisa bersin? T.E.R.S.I.K.S.A ….hiks.

Hal itulah yang baru-baru ini saya alami, hidung gatal dan rasa mau bersin…. eeeeh ternyata ga jadi 😦 dan itu tidak terjadi sekali saja, tapi sudah hampir 5 hari ini.

Penasaran kenapa ga bisa bersin akhirnya saya coba liat eyang google, ada artikel yang menyebutkan untuk merangsang bersin, bisa dengan menggelitik hidung atau menumbuk bumbu dapur seperti merica misalnya. Di hari ke tiga saya tidak bisa bersin, isenglah saya coba menerbangkan bubuk merica di sekitar hidung daaan beberapa waktu kemudian bersin lah saya..ALHAMDULILLAAH.. nikmatnya tiada tara. Eh tapi masalahnya ternyata belum selesai, kalau tidak menghirup bubuk merica itu, saya kembali gagal bersin lagi..sampai sekarang. Hu hu hu.

Kenapa ya ini?? udah khawatir aja mikir yang aneh-aneh, tapi berusaha rileks aja dan berusaha pikir yang baik-baik.. mungkin aja i’m trying too much to sneeze? atau karena saking kepikirannya, setiap ada rasa mau bersin saya jadi grogi sendiri (bersin..gak..bersin..gak) akhirnya ga jadi bersin deh.  Yah kita liat saja beberapa hari ke depan, mungkin kalo emang tetap belum bisa bersin secara alami juga,baru cek ke dokter.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُك اللَّهُ وَلْيَقُلْ هُوَ يَهْدِيكُمْ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Apabila salah seorang kamu bersin, hendaknya ia mengucapkan: الْحَمْدُ لِلَّهِAlhamdulillah. Dan hendaknya saudaranya atau sahabatnya mengucapkan kepadanya: يَرْحَمُك اللَّهُYarhamukallah. Maka apabila ia mengucapkan yarhamukallah kepadanya, hendaknya ia mengucapkan: يَهْدِيكُمْ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْYahdikumullah wa Yuslihu Baalakum. (HR. al-Bukhari no. 5756)

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/doa/2011/07/04/15507/dzikir-saat-bersin-oleh-orang-yang-dan-mendengarnya/#sthash.ukG8gBVW.dpuf

 

 

Post Navigation